TEKNIK MEMBUKA DAN MENUTUP PIDATO MEMUKAU
Assalamualaikum WR. WB.
Shalom
Om Swastiastu
Tanya saja pada ahli pidato manapun, mereka akan sepakat menjawab bahwa "Sesuatu yang akan langsung merebut perhatian adalah pembukaan yang menarik." Sejak zaman aristoteles, buku-buku mengenai menjelaskan mengenai pembukaan, isi dan kesimpulan pidato. Namun, belakangan ini pembukaan pidato mulai terabaikan. Ujung-ujungnya, membuat penonton menyimpulkan bahkan meninggalkan pidato lebih awal. Tak berlebihan, jika berkata bahwa : pembukaan pidato adalah kuncinya.
Mayoritas orang yang tidak ahli dan enggan berlatih, memulai pidatonya dengan cara yang buruk. Mereka mencoba melucu. Mereka seolah-olah dirasuki arwah Tukul kalau bukan Sule. Itu bukan anda. Iya serius, anda memiliki khas dan identitas tersendiri. Lelucon sangat sulit dibuat, apalagi dalam forum seilmiah pidato. Itulah mengapa para comics adalah orang orang yang cerdas yangb dapat membawakan stand up comedy dengan menarik. Melawak monolog, tanpa ada lawan main sebagai obyek lelucon.
Kesalahan terbesar orator pemula adalah mengawali pidatonya dengan meminta maaf; "maaf saya bukan ahli pidato." "Saya tidak siap untuk berpidato." "Saya tidak bisa berkata apa-apa." Lagipula, kalau anda tidak siap, sebagian audiens akan mengetahui tanpa anda beritahu. Sama saja anda menghina audiens. menganggap audiens tidak penting, hingga tak perlu bersiap-siap dengan persiapan yang terukur. Lalu apa yang harus dilakukan ? Simak tips-tips membuka dan menutup pidato yang baik berikut ini :
7 Tips untuk Membuka Pidato yang Menarik
1. Mulailah dengan Sebuah Kisah
Siapa yang tidak tertarik dengan sebuah kisah. Orang-orang primitif mengelilingi api unggun untuk mendengar kisah orang-orang kota datang ke gedung untuk menonton kisah teater. Anak-anak suka mendengarkan cerita dongeng sebelum tidur. Kitab-kitab suci seperti Al-Qur'an dan injil, memuat kisah-kisah nyata agar dapat dipetik hikmahnya. Maka dari itu, cara pertama agar pidato anda menarik adalah mengawali pidato dengan kata-kata yang menarik seperti kisah-kisah dalam novel.
2. Awali dengan Pendapat Bersama
Buatlah orang-orang setuju sejak awal. Jaga agar mereka tetap mengiyakan. Apa ini salah? Tidak juga. Selama pidato anda rasional, kenapa tidak? Pendengar bukan menghadiri pidato anda hanya untuk berdebat kusir dengan anda.
3. Bangkitkan Rasa Ingin Tahu Pendengar Anda
Manusia mana yang tidak ingin pengetahun baru. Hewan pun mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Ajukan pertanyaan. Bangun kerja sama yang baik dengan pendengar anda bertanya-tanya mengenai siapa, apa, mengapa, bagaimana, dan silahkan anda lanjutkan sendiri.
4. Kata-Kata Orang Terkenal Terbukti Selalu menarik Perhatian
Kenapa tidak mengawali pidato dengan kutipan perkenalan orang terkenal. Berhentilah sejenak setelah mengutip kata, lalu sebutkan nama orang terkenal tersebut. Itu akan membuat suasasana menjadi lebih mengesankan.
5. Gunakan Alat Peraga
Itu akan membuat perhatian audiens lebih terpusat, dan mereka juga bisa berimajinasi sendiri. Untuk hal ini, pastinya anda terlalu cerdas untuk dijelaskan lagi.
6. Kejutkan Pendengar Anda
Berikan fakta yang mengejutkan hingga mereka berkata : "oh iya iya," berdecak kagum; "Wah !" atau membuat mereka tercengang : "Aaaapaaa???"
7. Topik yang Sangat Diinginkan Pendengar
Kita pasti langsung berbaik saat mendengar orang disebelah kita membicarakan mengenai nama, sesuatu yang kita suka atau hal-hal yang berhubungan dengan kita. Awali pidato dengan topik yang sangat diinginkan pendengar anda. Bagaimana cara mengetahui topik apa yang mereka inginkan ? Itulah gunanya PERSIAPAN.
7 Tips Menutup Pidato dengan Kesan yang Mendalam
1. Seperti Orator-Orator Sukses
Contohilah orator-orator sukses seperti Martin Luther King, Franklin Roosevelt atau Abraham Lincoln. Mereka mempersiapkan, menulis, dan menghafalkan kata-kata yang tepat untuk menutup pidatonya. Mereka melatihnya berulang kali hingga terlihat benar benar memukau.
2. Kutipan yang Mengesankan
Seperti pada pembuka pidato anda, anda juga bisa mengutip perkataan orang orang terkenal pada penutup pidato anda atau anda juga bisa mengutip puisi sarat makna, pantun, humor, pepatah, dan semacamnya.
3. Sesuaikan dengan Situasi dan Kondisi
Sesuaikan penutupan pidato anda dengan situasi dan kondisi forum. Sangat bijaksana, bila anda menyiapkan 2-3 penutupan. Jika yang satu kurang cocok, yang lain mungkin cocok.
4. Ringkaslah Pidato Sebagai Penutup yang Konkret
Ulangi kembali ide-ide penting dengan kata-kata yang berbeda. Jadikan penutup pidato anda dapat dipahami dengan baik meski oleh audiens yang terlambat datang.
5. Pujian Singkat dan Tulus
Puji pengingkatan sekecil apapun terhadap apa yang telah dilakukan oleh audiens anda. Ingat! pujian secara tulus dari hati. Bukan pujian palsu seperti uang. Siapa pula yang ingin dibayar uang palsu?
6. Berhenti di Klimaks
Ini memang sulit. Tapi jika dilakukan dengan persiapan yang matang, akan menghasilkan penutupan pidato yang sangat mengesankan. Pendengar akan berteriak, "tolong lanjutkan pidato anda". Mereka juga menanti-nanti kapan anda akan kembali berpidato. Mengapa? Karena tingkat kejemuan akan meningkat setelah melewati klimaks. Anda harus berhenti, sebelum pendengar menginginkan anda berhenti.
7. Bersiaplah Menjawab Pertanyaan dari Pendengar Anda
Caranya? Dengan menguasai topik anda 10X lipat dari yang anda tuangkan di pidato. Saring pertanyaan secukup-cukupnya dengan menyesuaikan dengan ketersediaan waktu. Jika dimungkinkan, mintalah pendengar anda untuk meniliskan pertanyaannya pada kertas. Ini dimaksudkan agar anda dapat mebngumpul dan memilah-milah pertanyaan terbaik menurut anda. Jika tidak, anda yang menulis pertanyaan pendengar anda, tapi batasi pertanyaan secukupnya.
Terima Kasih telah membaca artikel kami.
Semoga artikel ini bermanfaat, jika ada yang kurang atau kritik dan saran silahkan komentar di bawah ini.

Min, tambahim artikel ttg tips mendapatkan wanita simpanan. Misalnya yg satu di Sinjai dan yg satu di Majene. Thanks, Auf...
BalasHapusIya, nanti kami akan memposting tentang artikel yang anda minta. Kunjungi artikel kami yang lain yah kang mamad
Hapus